SHE, by Elvis Costello
Januari 16, 2008
She
May be the face I can’t forget
The trace of pleasure or regret
May be my treasure or the price I have to pay
She
May be the song that summer sings
May be the chill that autumn brings
May be a hundred different things
Within the measure of a day
She
May be the beauty or the beast
May be the famine or the feast
May turn each day into a heaven or a hell
She may be the mirror of my dreams
The smile reflected in a stream
She may not be what she may seem
Inside her shell
She
Who always seems so happy in a crowd
Whose eyes can be so private and so proud
No one’s allowed to see them when they cry
She
May be the love that cannot hope to last
May come to me from shadows of the past
That I’ll remember till the day I die
She
May be the reason I survive
The why and wherefore I’m alive
The one I’ll care for through the rough in ready years
Me
I’ll take her laughter and her tears
And make them all my souvenirs
For where she goes I’ve got to be
The meaning of my life is she
Saya pernah kenal orang yang membuat saya merasa lagu ini tepat sekali, can’t be more precise, menggambarkan apa yang saya rasakan buat dia. Termasuk she, bukan he..
Saya straight, 100%, mencintai pacar saya banget-banget, tapi yang saya rasain ke she itu bukan perasaan yang sama buat mas cecep. She, whose eyes can be so private and so proud, ill take her laughter and tears, and make them my private souvenirs..
Dulu, sulit bilang i love you tanpa ditanggapi aneh oleh orang yang bukan pacar kita, tapi dia mengajari saya bahwa cinta terlalu kuat untuk tetap dipendam, lagipula kita berdua tau seperti apa cinta yang kita bagi, jadi sering banget bilang i love you, so take care, tiap kali kita selesai ngobrol..
She has her own boyfriend, ive got mine.. Ini seperti sahabat dekat yang terkadang lebih mengerti kita daripada kita sendiri, yang rasanya pernah menyusup sebentar ke bawah kulit kita dan menjadi bagian dari jiwa kita. Rasanya seperti punya dua raga, yang emosinya bisa dua kali lipat. Jadi saat dia tertawa bahagia, saya merasa dua kali kebih bahagia daripada dia, tapi celakanya, dia pernah menangis, terisak-isak, atau hanya diam tak bersuara tapi pandangannya kosong, dan saya merasa jauh lebih sakit, sampai terkadang tak kuat melihat dia yang begitu..
tebak apa yang dia bilang ketika saya bilang ‘whatever you feel, i take it double, so take care…’,
dia cuma bilang, ‘then double it twice, thats how i feel for you..’
menyenangkan punya teman yang bisa menjadi penyangga saat kita sedang sedih sedihnya.. yang tidak menangis saat kita menangis, tapi merasakan apa yang kita rasakan dan tetap waras untuk kita… yang tertawa tulus saat kita bahagia, karena dia sangat bahagia dengan kebahagiaan kita… yang menyimpan beberapa rahasia yang terkadang bahkan kita sendiri sudah lupa (saya dan dia sering sekali begitu)… yang menerima kita, seperti apa adanya kita, dan tidak pernah sekalipun bilang ‘bener kan, aku bilang juga apa’ untuk setiap kebodohan yang kita lakukan…
-missumysmartlittlegirl-
Lombang oh Lombang
Januari 13, 2008
Lombang, dibaca Lombeng, dengan dialek madura…
Yap, madura.. Madura yang melihat Surabaya seperti Batam melihat Singapura.. Saya dulu bahkan tidak pernah berpikir akan sampai kesini, tapi alhamdulillah, sampai juga… Menyebrang feri dari Surabaya ke Kamal di ujung barat madura hanya butuh waktu 15 menit. Saya bahkan tidak keluar dari mobil saat di atas feri untuk pulang ke Surabaya. Tapi, satu pantai yang sempat dikunjungi dari Sumenep -di ujung timur Madura, adalah pengalaman luar biasa.
Lombang berjarak kurang lebih satu setengah jam dari Sumenep, yang sepanjang jalan menuju pantai dipenuhi dengan cemara bonsai (mama papa saya hampir saja membeli satu bonsai kalau tidak ingat betapa susahnya membawa tanaman pulang ke Pontianak). Relatif masih perawan bila dibandingkan dengan pantai lain di antara Sampang-Pamekasan yang sudah ramai dengan penjual makanan (mostly bakso) dan kapal-kapal wisata yang menawarkan perjalan sepanjang garis pantai hanya dengan 20ribu rupiah. Pantainya adalah pantai paling bersih dan landai sepanjang mata memandang. Pengunjung masih sangat sedikit walaupun di area komersial sudah ditata untuk kawasan wisata yang ramai. Pasir putih, dengan tingkat kejernihan air yang relatif baik, hampir sama dengan Pulau Temajo yang kita bisa liat ikanikan berenang bebas.
Saya merekomendasikan pantai ini untuk masuk ke daftar kunjungan anda, terutama bila anda sudah sampai Sumenep, yang juga terkenal dengan Kalianget dan Pulau Talango untuk snorkelingnya. Selain dari Surabaya (lewat Kamal-Bangkalan-Sampang-Pamekasan-Sumenep), bisa juga naik feri langsung ke Kalianget-Sumenep dari Jangkar-Situbondo.
Kalau anda suka mencoba-coba makanan, silahkan coba pecel Madura yang ada di area komersial, pedasssssnya mantap.
Biaya
Bis dari Surabaya 40rb
kalau bawa mobil dan naik feri dari Kamal, 3500 per orang dan 60rb untuk 1 mobil
Saya menginap di Utami Sumekar, 200rb dengan aircon dan single bed king size yang nyaman
-bonusnya adalah sarapan dari bibik-bibik yang ditraktir pemiliknya, semacam pecel atau gudangan dengan tiga jenis taburan, enaaaaakkkkkk, marvellous, dan katanya sudah susah dicari
Masuk ke Lombang per orang 7rb dan makanan disana murah (yah, masuk akal lah), seperti pecel 3rb, kacang 500, kerupuk 500, gorengan 500..
What’s BIG in life?
Januari 8, 2008
beberapa hari yang lalu, baru saja kehilangan sepatu coklat yang ukurannya 37,5 (dimana lagi mau nyari sepatu dengan ukuran kaki aneh begitu), dan sekarang HP motorola yang tidak bisa dibilang berada dalam kondisi prima. Saya pikir, Tuhan lagi baik mengingatkan kalo saya kurang beramal, jadi Tuhan paksaberamal…
HP itu hilang saat saya sedang makan kue dan minum lemon tea di bakery Rasa di deket Preanger sama mas cecep, kebetulan dompet juga ketinggalan di kamar paginya, so basically, i screwed.. Alhamdulillah (oh, boy) ternyata saya pernah ketinggalan uang 20rb an di dalam kantong2 tas, jadi masih bisa ngangkot ke preanger dan menikmati sore sama mas cecep (bandung lagi manis-manisnya, pagi hangat, cerah, sampe sore yang tidak terlalu dingin, sejuk gt deh)…
Pas sadar HP hilang (diliat ke toilet gak ada, ditelpon tidak aktif padahal baterenya penuh karena baru diisi di kampus sebelum pulang), I did feel sad, annoyed, quirky, tapi mulai bisa merasa okay, fine, there goes my cellphone, tidak memaki (not even a single word of it flew through my lips, not even my mind, dont ask me how) dan bisa mengatakan pada diriku sendiri, its a big thing losing the only cellphone ive got in a pretty well condition, but at least saya masih beruntung karena:
- nomor yang ada di dalam HP itu adalah nomor murah yang saya beli (bahkan saya sendiri tidak tahu nomornya brapa) cuma buat nelpon sesama Telkomsel (program setengah rupiah itu lo) jadi tidak akan menyulitkan siapapun karena nomor yang biasanya saya pakai tidak hilang
- phonebook yang ada di HP itu hanya beberapa nomor yang sangat sering saya hubungi dan saya tidak kehilangan HP yang lain yang memuat semua nomor teman2 dari SMP sampe sekarang
- saya tidak kehilangan lebih banyak dari sekedar HP, saya masih baik-baik saja
- Pulsa yang ada di nomor itu hanya 6 rb berapa rupiah
dan di perjalanan pulang, di angkot, saya bertemu dengan anak pengemis yang dikasi seribu rupiah sudah mau tersenyum dengan sangat manis, knowing that i still can make someone smiles means a lot to me, and i always love smiles.. its like big, huge part of your stress and burden has flown away… (Tuhan ingatkan saya memberi setelah kehilangan, dan rasanya menyenangkan)
setelah itu, orang lain yang seangkot baru saja kehilangan mobil dan harus membayar polisi hanya untuk melacak mobil itu dimana (“kalo gak dikasi mereka gak mau bergerak mas, udahlah, kasi aja dua juta, katanya diusahain balik“, she was talking through her cellphone), dan orang lain lagi (kayaknya bos kontraktor) baru saja menerima berita kecelakaan di proyeknya dengan tiga orang pekerja di rumah sakit (again, he was talking through his cellphone, “trus gimana sekarang? mereka gak pake safety? tali atau apa begitu? ini udah yang keempat kan? pasti ada yang salah.. udah telpon insurance? pokoknya di foto dulu, ini masih di angkot sama temen mau ke hotel, nanti saya langsung ke sana“)..
mengingat itu, saya jadi merasa bahwa kehilangan HP yang sudah tua dan agak rusak itu nothing but an itsy bitsy tiny weenie little problem, hidup masih bisa berjalan tanpa itu, saya masih bisa tertawa, dan menikmati hidup
jadi sebenarnya, whats BIG in life? saya pikir kemampuan untuk menertawakan diri sendiri dan kesempatan untuk menikmati hidup sebaik baiknya jauh lebih berarti, saya akan coba mengingat-ingat ini, cuma biar bisa lebih sering mensyukuri hidup…
Still, I thank GOD atas peringatan untuk beramal dengan cara yang relatif murah, dan tidak kehilangan mood untuk menikmati cuaca Bandung yang lagi manis-manisnya. ..
Live your life to the fullest! Enjoy everyday, for everyday gives us something to learn in the end of the day… walaupun mungkin kita gak sadar kita belajar apa hari itu…
Love, Tee
Life is still worth living..
Januari 8, 2008
Pagi ini, ceraaaahhh banget… langit biru, sinar matahari hangat, ketemu kupu-kupu dan ulat bulu di jalan mau ke kampus..
Liat kupu-kupu, ingat lagu tua yang judulnya “Born Free”, as free as the wind blow, as free as the grass grows, free to follow your heart. Life free, cos life is worth living, and only worth living, when you’re born free..
Buat saya, hidup emang harus dinikmati SEBEBAS kita mau menikmatinya. Bebas menentukan apa yang kita suka, dan membuat pilihan-pilihan yang kita suka. Im a lucky girl then, orang tua saya membebaskan cara belajar saya waktu masih SD-SMP, tidak ada paksaan tidur siang, les ini itu, atau belajar tiap malam. Mereka percaya saya bisa menghargai diri saya dan membuat diri saya sendiri bangga atas apa yang saya bisa lakukan. Sekarang saya beruntung karena calon suami saya membebaskan saya memilih sekolah, bekerja atau menikah dengannya, atau ketiganya. Tidak ada saran, bujukan, rayuan untuk cepat-cepat menikah.
Waktu lewat pintu belakang ITB, saya ketemu dengan bapak tukang sampah tua, yang ketika saya senyum dengannya dia balas senyum ke saya, dan senyum yang manis. Jadi inget lagunya Natalie Cole, Smile, though your heart is aching, even though its breaking, when there are clouds in the sky, you’ll get by. Light up your face with gladness, hide every trace of sadness, although a tear maybe ever so near, that’s the time you must keep on trying, smile what’s the use of crying, you’ll find that life is still worth while, if you just smile…
Saya punya orang-orang yang hanya dengan melihat senyum mereka untuk saya, saya merasa menjadi orang yang beruntung, bahagia.. apapun situasinya… merasa bahwa ada orang yang peduli pada saya, sayang sama saya, yang akan bahagia saat saya bahagia, yang akan membahagiakan saya saat saya tidak terlalu bahagia, yang akan memastikan bahwa semuanya akan baik-baik saja..
Life is still worth while, sepanjang anda percaya masih ada hal-hal baik di dunia ini, masih ada orang-orang baik -bahkan people who cross your way at your journey and you dont even have a single clue about them, just try to smile, and love this world in your own free way..