What’s BIG in life?

Januari 8, 2008

beberapa hari yang lalu,  baru saja kehilangan sepatu coklat yang ukurannya 37,5 (dimana lagi mau nyari sepatu dengan ukuran kaki aneh begitu), dan sekarang HP motorola yang tidak bisa dibilang berada dalam kondisi prima. Saya pikir, Tuhan lagi baik mengingatkan kalo saya kurang beramal, jadi Tuhan paksaberamal…

HP itu hilang saat saya sedang makan kue dan minum lemon tea di bakery Rasa di deket Preanger sama mas cecep, kebetulan dompet juga ketinggalan di kamar paginya, so basically, i screwed.. Alhamdulillah (oh, boy) ternyata saya pernah ketinggalan uang 20rb an di dalam kantong2 tas, jadi masih bisa ngangkot ke preanger dan menikmati sore sama mas cecep (bandung lagi manis-manisnya, pagi hangat, cerah, sampe sore yang tidak terlalu dingin, sejuk gt deh)…

Pas sadar HP hilang (diliat ke toilet gak ada, ditelpon tidak aktif padahal baterenya penuh karena baru diisi di kampus sebelum pulang), I did feel sad, annoyed, quirky, tapi mulai bisa merasa okay, fine, there goes my cellphone, tidak memaki (not even a single word of it flew through my lips, not even my mind, dont ask me how) dan bisa mengatakan pada diriku sendiri, its a big thing losing the only cellphone ive got in a pretty well condition, but at least saya masih beruntung karena:

  • nomor yang ada di dalam HP itu adalah nomor murah yang saya beli (bahkan saya sendiri tidak tahu nomornya brapa) cuma buat nelpon sesama Telkomsel (program setengah rupiah itu lo) jadi tidak akan menyulitkan siapapun karena nomor yang biasanya saya pakai tidak hilang
  • phonebook yang ada di HP itu hanya beberapa nomor yang sangat sering saya hubungi dan saya tidak kehilangan HP yang lain yang memuat semua nomor teman2 dari SMP sampe sekarang
  • saya tidak kehilangan lebih banyak dari sekedar HP, saya masih baik-baik saja
  • Pulsa yang ada di nomor itu hanya 6 rb berapa rupiah

dan di perjalanan pulang, di angkot, saya bertemu dengan anak pengemis yang dikasi seribu rupiah sudah mau tersenyum  dengan sangat manis, knowing that i still can make someone smiles means a lot to me, and i always love smiles.. its like big, huge part of your stress and burden has flown away… (Tuhan ingatkan saya memberi setelah kehilangan, dan rasanya menyenangkan)

setelah itu, orang lain yang seangkot baru saja kehilangan mobil dan harus membayar polisi hanya untuk melacak mobil itu dimana (“kalo gak dikasi mereka gak mau bergerak mas, udahlah, kasi aja dua juta, katanya diusahain balik“, she was talking through her cellphone), dan orang lain lagi (kayaknya bos kontraktor) baru saja menerima berita kecelakaan di proyeknya dengan tiga orang pekerja di rumah sakit (again, he was talking through his cellphone, “trus gimana sekarang? mereka gak pake safety? tali atau apa begitu? ini udah yang keempat kan? pasti ada yang salah.. udah telpon insurance? pokoknya di foto dulu, ini masih di angkot sama temen mau ke hotel, nanti saya langsung ke sana“)..

mengingat itu, saya jadi merasa bahwa kehilangan HP yang sudah tua dan agak rusak itu nothing but an itsy bitsy tiny weenie little problem, hidup masih bisa berjalan tanpa itu, saya masih bisa tertawa, dan menikmati hidup

jadi sebenarnya, whats BIG in life? saya pikir kemampuan untuk menertawakan diri sendiri dan kesempatan untuk menikmati hidup sebaik baiknya jauh lebih berarti, saya akan coba mengingat-ingat ini, cuma biar bisa lebih sering mensyukuri hidup…

Still, I thank GOD atas peringatan untuk beramal dengan cara yang relatif murah, dan tidak kehilangan mood untuk menikmati cuaca Bandung yang lagi manis-manisnya. ..

Live your life to the fullest! Enjoy everyday, for everyday gives us something to learn in the end of the day… walaupun mungkin kita gak sadar kita belajar apa hari itu…

Love, Tee

Mencintaimu adalah bahagia dan sedih
bahagia karena mempunyai kamu dalam kalbuku
sedih karena kita sering berpisah

ketegangan menjadi pupuk cinta

Bukankah kehidupan adalah bahagia dan sedih?
bahagia karena nafas mengalir dan jantung berdetak
sedih karena pikiran diliputi bayang-bayang

dan harapan, adalah penghayatan dari ketegangan

(Rendra, Pamflet Cinta)

Ini puisi yang saya temukan di salah satu buku puisinya papa

We’re having long-distance-relationship sejak mas cecep kerja di jakarta (dan sebelumnya harus ikut pelatihan yang pindah-pindah) sejak mungkin 4 tahun yang lalu, and this thing was just show me how i should feel and think about our relationship back there.

sweet, huh?

Ma cher C, I can live without you, I just don’t want to.

image867.jpg

ISTI, gendut, pendek, coklat, rambut hitam (baru aja) potongan sebahu, tahun ini akan berumur 23 tahun, single but not available, mrs. sunusetio wannabe…
loves good food, books and comics, coffee, travelling, and life itself…

sekarang sedang kuliah di program diknas magister perencanaan wilayah dan kota ITB, perencanaan wilayah dan perencanaan pendidikan…

TK di TK Pancasila Patean Kendal (nol kecil), TK Mekar Pontianak Utara (nol besar).
SD di SDN 15 Pontianak Timur (kelas I cawu I), SDN 3 somewhere di Singkawang (sampai kelas III cawu I), SDN 5 Pontianak Timur (sampai lulus tahun 1996).
SMP di SMPN 3 Pontianak (1996-1999)
SMA di SMAN 1 Semarang (1999-2002)
S1 di Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (2002-2006)

simply old fashioned, loves vintage stuffs but minimalist in style…

looking forward for new friends, open for business-casual-but-not-romance relationship

blog ini dibuat hanya untuk menampung sukacita, keluhkesah, ide-ide gak penting celebrating this lovely life of my own…
mudah-mudahan ada yang baca dan mau berteman denganku (sounds very much desperate of me, huh? hahahaha)

enjoy!